A.
Pengertian
Pembelajaran Berbasis TIK
Pembelajaran
berbasis teknologi infromasi dan komunikasi adalah pola pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi sebagai pusat pembelajaran. Teknologi digunakan
sebesar-besarnya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Upaya Pembelajaran
berbasis teknologi infromasi dan komunikasi dari tahun ketahun telah mengalami
perubahan yang cukup massif. Sejak 60 tahun terakhir telah mengalami
lompatan sejarah yang cukup jauh. Sehingga Giddens mengatakan bahwa dunia
sedang lari tunggang langgang.
Revolusi
teknologi masa kini, khususnya komputer dan internet telah mengubah cara
pandang dan berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya
dan dunia pada umumnya. Kita semua dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang
berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi
menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan. Pada era masyarakat
yang dinamis atau menjelang era masyarakat dinamis yang kita harapkan dapat
terwujud di tahun–tahun mendatang, perlu kiranya kita melakukan langkah
persiapan secara optimal. Mengapa persiapan tersebut tidak dimulai dari
sekarang juga? Ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup, sebab kita sudah berada
di sekitar teknologi mobile, serba nir–kabel, semua menuntut multimedialitas.
Siap atau tidak pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi/Technology Information & Comunication (TIK/ICT) harus dimulai
sejak sekarang.
B.
Pendekatan Instruksional dalam
pendidikan berbasis TIK
Dalam ayuvalentinaa.blogspot.co.id mengatakan bahwa, pendekatan
Instruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK.
Menurut Lowther, et.al.,beberapa
teori belajar yang perlu dipahami untuk dijadikan landasan bagi pelaksanaan
pembelajaran berbasis TIK di LPTK di antaranya adalah,”constructivisme dari Bruner (1999),anchored instrution dari CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari Brown et.al.(1993),dan multiple intelegences dari Gardner
(1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan tidak secara sendiri-sendiri
tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
Sedangkan dalam hal pendekatan
instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk
membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan
teknologi lainnya di LPTK.yaitu:simulated
K-12 technology classroom;modeling;observing/participating
in technology setting;learning technology skill;and reflective practices.
Berikut ini tabel penjelasan yenyang
pendekatan pembelajaran untuk mencapai kemampuan mahasiswa keguruan dalam
melaksanakan pendidikan berbasis web beserta guidelines pelaksanaanya.
Masing-masing pendekatan memiliki
kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu jenis kemampuan tertentu,sehingga
untuk membentuk kemampuan guru yang komprehensif, secara rasional menuntut
penerapan pendekatan-pendekatan secara terintegrasi dan proporsional.Artinya
pendekatan satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi untuk membentuk
kemampuan mengelola proses pendidikan berbasis web secara holistik.
C.
Kemampuan yang Dituntut bagi
penyelenggaran TIK
Mendidik dan Pendidikan adalah dua
hal yang berbeda namun keduanya juga saling berhubungan. Dari segi bahasa,
mendidik adalah kata kerja dan sedangkan kalau Pendidikan merupakan Kata benda.
Kalau kita mendidik, yaitu kita melakkan sesuatu kegiatan ata tindakan.
Kegiatan mendidik menunjukan adanya yang mendidik di satu pihak dan yang
dididik dilain pihak. Dengan kata lain mendidik adalah suatu kegiatan yang
mengandung komunikasi antara d orang manusia atau lebih, dan sehubungan dengan
berikut pengertian mendidik menurut Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun segala
kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai
anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Lalu juga ada pengertian pendidikan menrut Ki Hajar Dewantara yaitu bahwa
pendidikan ummnya berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti
(kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tumbuh anak.(Munib, Achmad,
2010).
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK).khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and
Communication Technologi.ICT) demikian pesat. Kemajuan ini tentu juga membawa
pengaruh terhadap kehidupan kita, dan salah satunya berpengaruh dalam dunia
pendidikan kita,sejalan dengan itu otonomi pendidikan dan globalisasi
pendidikan yang menekankan pada persaingan dan kualitas. Keberhasilan
pelaksanaan dan otonomi pendidikan yang hanya mungkin dicapai dengan
pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi dalam proses pendidikan,
Pembelajaran juga merupakan inti dari proses pendidikan, dan kualitas
pendidikan jga menggambarkan kualitas pemebelajaran yang kita gunakan.
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dan
berkembangnya TIK dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan
untuk mampu mengintregasikan teknologi web ke dalam lingkungan belajar mulai
dari fase desain, pengembangan, penerapan, dan pemeliharaan. Setidaknya ada
tiga pihak yang dituntut kemampuanya agar WBT bisaa terselenggara yaitu pihak
lembaga, pengelola, dan Guru/dosen.
Pertama, tuntutan kelembagaan. Situasi dan kondisi yang
seperti ini menuntut lembaga pendidikan perlu diciptakan sedemikian rupa
sehungga WBT memungkinkan berjalan. Dalam hal ini kita bias bercermin kepada
perusahaan yang telah menjalankan program pendidikan yang telah sukses dan yang
telah menyelenggarakan WBT.
Kedua, tuntutan pengelola. Sedangkan tuntutan atau
persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang pengelola program WBT untuk
mendorong sukses WBT yaitu.
a) Mampu untuk meyakinkan atau
menemukan nilai-nilai baik yang ada dalam WBT yang bias diambil bagi
kepentingan pendidikan dan pengembangan professional.
b) Memahami secara mendalam mengenai pengaruh psikologis
pelatihan yang menggunakan system virtual pada kewajiban terdidik.
c) Mampu untuk menyesuaikan budaya dan
sikap lembaga dalam penggunaan system pendidikan dan pelatihan online.
d) Memahami bagaimana WBT memengaruhi organisasi.
e) Memahami dan menyadari adanya
berbagai keterbatasan baik secara hardware atau software.
Alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang
berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut.
a) Identifikasi dan Analisis kebutuhan
akan WBT.
b) Merancang desain WBT (secara Tim)
c) Mengembangkan Website atau system
pelatihan komersial yang customize.
d)
Implementasi program WBT.
e)
Menilai program beserta isisnya.
f)
Melakukan pemeliharaan site yang
sedang berjalan.
Ketiga,
tunttan kemampan guru atau dosen. Untuk bisa menyelanggarakan pendidikan yang
berbasis web guru harus memiliki: menurut Somekh dan Davis, dalam Rusman.
a)
Memiliki sikap positif terhadap
Teknologi Informasi (TI) (positive attitdes to IT)
b)
Memahami potensi pendidikan dalam
TI.
c)
Mampu menggunakan TI dalam kuriklum
secara efektif.
d)
Mamap mengelola penggunaan TI di
dalam kelas.
e)
Mampu menilai penggunaan TI.
f)
Mampu meyakinkan adanya perbedaan
dan kemajuan.
g)
Memiliki kemampuan teknis untuk
menggunakan TI serta sellau memperbarui kemampuan yang telah dimilikinya.
Sumber :
Rusman, dkk.
2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta:
Rajawali Pers.
Munib,
Achmad, dkk. 2010. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Pers.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar