Senin, 15 Februari 2016

tugas II TIK PLS



   
    A.    Pengertian Pembelajaran Berbasis TIK
Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi adalah pola pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sebagai pusat pembelajaran. Teknologi digunakan sebesar-besarnya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Upaya Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi dari tahun ketahun telah mengalami perubahan yang cukup massif. Sejak 60 tahun terakhir telah mengalami lompatan sejarah yang cukup jauh. Sehingga Giddens mengatakan bahwa dunia sedang lari tunggang langgang.
Revolusi teknologi masa kini, khususnya komputer dan internet telah mengubah cara pandang dan berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya dan dunia pada umumnya. Kita semua dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan. Pada era masyarakat yang dinamis atau menjelang era masyarakat dinamis yang kita harapkan dapat terwujud di tahun–tahun mendatang, perlu kiranya kita melakukan langkah persiapan secara optimal. Mengapa persiapan tersebut tidak dimulai dari sekarang juga? Ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup, sebab kita sudah berada di sekitar teknologi mobile, serba nir–kabel, semua menuntut multimedialitas. Siap atau tidak pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi/Technology Information & Comunication (TIK/ICT) harus dimulai sejak sekarang.

   B.     Pendekatan Instruksional dalam pendidikan berbasis TIK
Dalam ayuvalentinaa.blogspot.co.id mengatakan bahwa, pendekatan Instruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK.
Menurut Lowther, et.al.,beberapa teori belajar yang perlu dipahami untuk dijadikan landasan bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK di LPTK di antaranya adalah,”constructivisme dari Bruner (1999),anchored instrution dari CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari Brown et.al.(1993),dan multiple intelegences dari Gardner (1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan tidak secara sendiri-sendiri tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
           
Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK.yaitu:simulated K-12 technology classroom;modeling;observing/participating in technology setting;learning technology skill;and reflective practices.
Berikut ini tabel penjelasan yenyang pendekatan pembelajaran untuk mencapai kemampuan mahasiswa keguruan dalam melaksanakan pendidikan berbasis web beserta guidelines pelaksanaanya.
Masing-masing pendekatan memiliki kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu jenis kemampuan tertentu,sehingga untuk membentuk kemampuan guru yang komprehensif, secara rasional menuntut penerapan pendekatan-pendekatan secara terintegrasi dan proporsional.Artinya pendekatan satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi untuk membentuk kemampuan mengelola proses pendidikan berbasis web secara holistik.

C.    Kemampuan yang Dituntut bagi penyelenggaran TIK
Mendidik dan Pendidikan adalah dua hal yang berbeda namun keduanya juga saling berhubungan. Dari segi bahasa, mendidik adalah kata kerja dan sedangkan kalau Pendidikan merupakan Kata benda. Kalau kita mendidik, yaitu kita melakkan sesuatu kegiatan ata tindakan. Kegiatan mendidik menunjukan adanya yang mendidik di satu pihak dan yang dididik dilain pihak. Dengan kata lain mendidik adalah suatu kegiatan yang mengandung komunikasi antara d orang manusia atau lebih, dan sehubungan dengan berikut pengertian mendidik menurut Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Lalu juga ada pengertian pendidikan menrut Ki Hajar Dewantara yaitu bahwa pendidikan ummnya berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tumbuh anak.(Munib, Achmad, 2010).
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technologi.ICT) demikian pesat. Kemajuan ini tentu juga membawa pengaruh terhadap kehidupan kita, dan salah satunya berpengaruh dalam dunia pendidikan kita,sejalan dengan itu otonomi pendidikan dan globalisasi pendidikan yang menekankan pada persaingan dan kualitas. Keberhasilan pelaksanaan dan otonomi pendidikan yang hanya mungkin dicapai dengan pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi dalam proses pendidikan, Pembelajaran juga merupakan inti dari proses pendidikan, dan kualitas pendidikan jga menggambarkan kualitas pemebelajaran yang kita gunakan.
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dan berkembangnya TIK dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mampu mengintregasikan teknologi web ke dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain, pengembangan, penerapan, dan pemeliharaan. Setidaknya ada tiga pihak yang dituntut kemampuanya agar WBT bisaa terselenggara yaitu pihak lembaga, pengelola, dan Guru/dosen.
Pertama, tuntutan kelembagaan. Situasi dan kondisi yang seperti ini menuntut lembaga pendidikan perlu diciptakan sedemikian rupa sehungga WBT memungkinkan berjalan. Dalam hal ini kita bias bercermin kepada perusahaan yang telah menjalankan program pendidikan yang telah sukses dan yang telah menyelenggarakan WBT.
Kedua, tuntutan pengelola. Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses WBT yaitu.
a)      Mampu untuk meyakinkan atau menemukan nilai-nilai baik yang ada dalam WBT yang bias diambil bagi kepentingan pendidikan dan pengembangan professional.
b) Memahami secara mendalam mengenai pengaruh psikologis pelatihan yang menggunakan system virtual pada kewajiban terdidik.
c)      Mampu untuk menyesuaikan budaya dan sikap lembaga dalam penggunaan system pendidikan dan pelatihan online.
d)     Memahami bagaimana WBT memengaruhi organisasi.
e)     Memahami dan menyadari adanya berbagai keterbatasan baik secara hardware atau   software.
Alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut.

a)      Identifikasi dan Analisis kebutuhan akan WBT.
b)      Merancang desain WBT (secara Tim)
c)      Mengembangkan Website atau system pelatihan komersial yang customize.
d)     Implementasi program WBT.
e)      Menilai program beserta isisnya.
f)       Melakukan pemeliharaan site yang sedang berjalan.

Ketiga, tunttan kemampan guru atau dosen. Untuk bisa menyelanggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki: menurut Somekh dan Davis, dalam Rusman.

a)      Memiliki sikap positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitdes to IT)
b)      Memahami potensi pendidikan dalam TI.
c)      Mampu menggunakan TI dalam kuriklum secara efektif.
d)     Mamap mengelola penggunaan TI di dalam kelas.
e)      Mampu menilai penggunaan TI.
f)       Mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan.
g)      Memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta sellau memperbarui kemampuan yang telah dimilikinya.

Sumber :
Rusman, dkk. 2013. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta:
                          Rajawali Pers.
Munib, Achmad, dkk. 2010. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: Unnes Pers.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar